Posted by: dodorobby | April 4, 2012

HUT Clussbi – Karawang

Posted by: dodorobby | February 4, 2012

Asyiknya, Bersepeda di Den Haag…

REPUBLIKA.CO.ID, Lidya Brom, seorang pekerja di Departemen Luar Negeri Belanda, tinggal di pinggiran Amsterdam dan berkantor di Den Hag. Setiap hari kerja, Lidya mengayuh sepeda dari rumah ke Stasiun Kereta yang ditempuh selama setengah jam bersepeda.

Ke Den Haag, Lidya menggunakan kereta yang ditempuh hampir sejam (tergantung kereta yang digunakan: cepat atau biasa). Saat pulang, dia kembali menggowes sepadanya dari stasiun ke rumahnya. Hal sama juga dilakukan sang suami yang bekerja di Amsterdam. Pulang-pergi gowes sepeda.

Jalan-jalan besar dan kecil di Den Haag dipenuhi pengguna sepeda. Dari pinggiran kota sampai pisat kota. Bagi pejalan kaki, pengemudi sepeda manjadi ‘arus lalu lintas’ yang harus diperhatikan seksama.

Tempat-tempat parkir dipenuhi barisan sepeda berbagai model, dari yang berharga murah sampai mahal sekalipun. Dari yang berwarna hitam sampai warna-warni. Dari model tua sampai yang paling modern, semua terlihat.

”Sebagian besar pegawai di kantor kami menggunakan sepeda,” kata Lidya, dalam sebuah obrolan pagi musim panas di sebuah warung kopi di Den Haag.

Sepeda, jelas Lidya, merupakan bagian tak terlepaskan dari kehidupan hampir seluruh masyarakat Belanda. Seperti kebanyakan di negara-negara Eropa lainnya, di Belanda, mulai dari anak-anak hingga orang tua memiliki sepeda di rumah-rumah mereka.

Penduduk Belanda saat ini sekitar 20 jutaan orang. Sensus pada 2007 jumlah penduduk Belanda ada sekitar 16,5 juta. Yang menarik, jumlah sepeda yang tersebar di seluruh Belanda yang dimiliki warganya mencapai 60 juta buah. Sebuah jumlah yang fantastis!

Ini, kata Lidya, tidak mengherankan. Dari rata-rata satu warga Belanda, ia menjelaskan, memiliki dua sampai tiga sepeda. Satu rumah, bisa punya lima sepeda, bahkan lebih. ”Saya saja punya empat sepeda. Dua punya suami, dua punya saya. Jumlah ini pasti bertambah jika kami punya anak,” Lidya menegaskan.

Lidya tidak berlebihan. Ketika melawati Stasiun Kereta Den Haag, hamparan ribuan sepeda memenuhi lahan parkir. Jika di Jakarta atau Hanoi lapangan parkir dipenuhi motor, maka tidak di Den Haag dan kota-kota lain di Belanda.

Di hampir setiap taman-taman kota den Haag, dijumpai parkir-parkir sepeda yang crowded. Di depan gerai McDonald di tengah kota Den Haag, parkir ratusan sepedan tertata rapih. Begitupun sepeda-sepeda yang diparkir di depan pusat perbelanjaan lainnya.

Selain trem yang hilir mudik begitu sibuknya mengangkut penumpang, sepeda adalah sehabat baik trem sehingga tidak kesepian di jalan-jalan Den Haag. ”Sepeda di sini seperti biri-biri di Australia. Jauh melebihi jumlah penduduknya,” kata Lidya.

Mereka yang bersepeda tidak hanya ‘orang-orang santai yang hobi jalan’. Tetapi juga orang-orang kantoran yang berjas dan berdasi.

Menurut Claudia Horst, seorang pegawai di satu hotel di Den Haag, cuaca yang dingin dan sejuk menjadi pemicu kuat mengapa orang-orang Den Haag begitu maniak bersepeda. Alasan lingkungan juga mendorong semua orang berbondong-bondong menggowes sepeda.

Den Haag ternyata bukan cuma ‘kota hukum’. Bersepedalah!

Redaktur: Endah Hapsari
Sumber: ketawing.wordpress.com

Posted by: dodorobby | November 27, 2010

Trek Sepeda Karawang Makan Korban

Memory Trek Sepeda Karawang, rombongan Clussbi ketika Offroad ke daerah Batu Belah melintasi Kuta Maryam sesepuh (Kang Ajat) Clussbi terjatuh namun karna sudah terbiasa tikusruk (dibaca: terjatuh) kang Ajat masih bisa tertawa…

Karna seringnya terjatuh Kang Ajat berencana untuk memakai Cycling Gps agar bisa melihat trek dengan jelas.

Posted by: dodorobby | November 15, 2010

Diamondback Mountain Bike

woow garansi frame seumur hidup harga lebih murah…

Specifications:

Sizes: Small (16 inches), medium (18 inches), large (20 inches)
Frame: DB Recoil 6061 T-6 aluminum trail with 4-inch travel, optimized single pivot, hooded strongbox top tube, butted/formed down tube, sealed cartridge bearing pivot, replaceable hanger
Fork: SR XCT 75mm travel

The Recoil full-suspension mountain bike includes an SR 75mm fork and 8-speed SRAM X-4 trigger shifters.
Rear shock: Tuff Shock Coil 190 x 51mm with oil damping
Cranks: SR Suntour XCC T202, 24/34/42t
Bottom bracket: Sealed cartridge
Front derailleur: Shimano Altus
Rear derailleur: SRAM X-4
Shifter: SRAM X-4 trigger, 8-speed
Brake levers: Tektro alloy with reach adjustment
Brakes: Promax 320 disc
Gear: SRAM PG-820, 8-speed cassette (11-32t)
Rims: 32H Weinmann XM260 double-wall
Tires: Kenda Klaw XT large casing, 26 x 2.1
Pedals: DB toe-clip-compatible platform
Handlebar: DB SL318b oversize, 31.8mm mid rise
Stem: Avenir 100 series, 10 degrees, 31.8mm
Seatpost: DB SL309p alloy micro adjust, 30.9mm
Seat: WTB Pure V sport
Headset: 1-1/8-inch ahead
Colors: Mercury grey
Chain: 1-1/8-inch ahead
Hubset: 32H alloy with disc mount (front); 32H alloy cassette with CNC disc mount (rear)
Spokes: Black 14g stainless steel
Grips: DB Kraton
Extras: Chainstay protector, clear coat
Manufacturer’s Warranty
Lifetime on the frame, 5 years on the fork, 1 year on components, 1 year on labor for the frame, 30 days on labor for parts

tertarik?? beli aja di sini Diamondback Recoil Full Suspension Mountain Bike (26-Inch Wheels)

See also : Sepeda Termahal dan Unik

Gadget Blog

Posted by: dodorobby | November 14, 2010

Cycling Shoes

Pearl iZUMi Men’s P.R.O RD Cycling Shoe

 

Probably the best price I’ve ever paid for a pair of road shoes, esp. ones with a carbon sole. Ridden about 500km on them now, and done five or six Category 3 races. Feel stiff, fairly comfy and best of all very light. Buckles work well, straps too. I have narrow feet and find them a bit wide in the front, but with an extra insole no problem. Was a bit worried about leaving my standby top-of-the-line Sidis, but considering these Pearls were 1/3 the price…will just have to see how well-ventilated they are this summer (been riding in booties still) and how durable.

Posted by: dodorobby | November 14, 2010

GPS For Cycling

Garmin Edge 705 GPS-Enabled Cycling Computer (Includes Heart Rate Monitor and Speed/Cadence Sensor)

Product Features

  • GPS-Enabled Cycle Computer
  • Sunlight-Readable Color Display
  • Features A High-Sensitivity Receiver That Holds A Signal Under Trees & Near Tall Buildings
  • Automatically Measures Speed, Distance, Time, Calories Burned, Altitude, Climb & Descent
  • Microsd Card(Tm) Slot For Adding Map Detail & Storing Workouts, Courses & Saved Rides

Technical Details

  • Brand Name: Garmin
  • Model: Edge 705 Speed/ Cade
  • Receiver Description: 12 channel
  • Connectivity Technology: USB
  • Display Size: 2.2 inches
  • Native Resolution: 176 x 220
  • Battery Average Life: 15 Hours
  • Bluetooth support: Y
  • MP3 player: Y
Posted by: dodorobby | March 1, 2010

koleksi offroad clussbi


Posted by: dodorobby | January 7, 2010

Biarkan Gambar Bicara

Posted by: dodorobby | January 5, 2010

New Album Clussbi

Posted by: dodorobby | December 30, 2009

Sejarah Sepeda

Seperti ditulis Ensiklopedia Columbia, nenek moyang sepeda diperkirakan berasal dari Prancis. Menurut kabar sejarah, negeri itu sudah sejak awal abad ke-18 mengenal alat transportasi roda dua yang dinamai velocipede. Bertahun-tahun, velocipede menjadi satu-satunya istilah yang merujuk hasil rancang bangun kendaraan dua roda.

Yang pasti, konstruksinya belum mengenal besi. Modelnya pun masih sangat “primitif”. Ada yang bilang tanpa engkol, pedal tongkat kemudi (setang). Ada juga yang bilang sudah mengenal engkol dan setang, tapi konstruksinya dari kayu.

Adalah seorang Jerman bernama Baron Karls Drais von Sauerbronn yang pantas dicatat sebagai salah seorang penyempurna velocipede. Tahun 1818, von Sauerbronn membuat alat transportasi roda dua untuk menunjang efisiensi kerjanya. Sebagai kepala pengawas hutan Baden, ia memang butuh sarana transportasi bermobilitas tinggi. Tapi, model yang dikembangkan tampaknya masih mendua, antara sepeda dan kereta kuda. Sehingga masyarakat menjuluki ciptaan sang Baron sebagai dandy horse.

draisine1817

Baru pada 1839, Kirkpatrick MacMillan, pandai besi kelahiran Skotlandia, membuatkan “mesin” khusus untuk sepeda. Tentu bukan mesin seperti yang dimiliki sepeda motor, tapi lebih mirip pendorong yang diaktifkan engkol, lewat gerakan turun-naik kaki mengayuh pedal. MacMillan pun sudah “berani” menghubungkan engkol tadi dengan tongkat kemudi (setang sederhana).

Sedangkan ensiklopedia Britannica.com mencatat upaya penyempurnaan penemu Prancis, Ernest Michaux pada 1855, dengan membuat pemberat engkol, hingga laju sepeda lebih stabil. Makin sempurna setelah orang Prancis lainnya, Pierre Lallement (1865) memperkuat roda dengan menambahkan lingkaran besi di sekelilingnya (sekarang dikenal sebagai pelek atau velg). Lallement juga yang memperkenalkan sepeda dengan roda depan lebih besar daripada roda belakang.

Namun kemajuan paling signifikan terjadi saat teknologi pembuatan baja berlubang ditemukan, menyusul kian bagusnya teknik penyambungan besi, serta penemuan karet sebagai bahan baku ban. Namun, faktor safety dan kenyamanan tetap belum terpecahkan. Karena teknologi suspensi (per dan sebagainya) belum ditemukan, goyangan dan guncangan sering membuat penunggangnya sakit pinggang. Setengah bercanda, masyarakat menjuluki sepeda Lallement sebagai boneshaker (penggoyang tulang).

Sehingga tidak heran jika di era 1880-an, sepeda tiga roda yang dianggap lebih aman buat wanita dan laki-laki yang kakinya terlalu pendek untuk mengayuh sepeda konvensional menjadi begitu populer. Trend sepeda roda dua kembali mendunia setelah berdirinya pabrik sepeda pertama di Coventry, Inggris pada 1885. Pabrik yang didirikan James Starley ini makin menemukan momentum setelah tahun 1888 John Dunlop menemukan teknologi ban angin. Laju sepeda pun tak lagi berguncang.

Penemuan lainnya, seperti rem, perbandingan gigi yang bisa diganti-ganti, rantai, setang yang bisa digerakkan, dan masih banyak lagi makin menambah daya tarik sepeda. Sejak itu, berjuta-juta orang mulai menjadikan sepeda sebagai alat transportasi, dengan Amerika dan Eropa sebagai pionirnya. Meski lambat laun, perannya mulai disingkirkan mobil dan sepeda motor, sepeda tetap punya pemerhati. Bahkan penggemarnya dikenal sangat fanatik.
di kutip dari http://id.wikipedia.org/wiki/Sepeda

Older Posts »

Categories

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.